Turki Kembali Bersahabat dengan Iran



Turki menghapus Iran dari daftar negara-negara yang dinilai sebagai sebuah ancaman spesifik bagi keamanan negaranya, menurut laporan berita Senin, di tengah-tengah keprihatinan pihak barat mengenai pemulihan hubungan kedua negara. Daftar yang diperbarui itu terkandung dalam kaji ulang keamanan Turki yang dihasilkan oleh Dewan Keamanan Nasional negara itu, yang akan diadopsi pada Oktober dan tidak akan lagi merujuk Iran sebagai “ancaman spesifik”, menurut harian Milliyet.
Kaji ulang itu menggantikan sebuah edisi sebelumnya yang diterbitkan lima tahun lalu, menurut harian itu.
Pada anggota dewan, yang terdiri dari perwakilan pemerintah dan para pemimpin militer, tidak dapat dihubungi segera untuk diminta pendapatnya mengenai penghapusan Iran dari laporan itu, yang oleh pihak barat dituduh berupaya membangun senjata nuklir. Dokumen baru itu juga menurunkan ancaman keamanan yang diberikan oleh pesaing tradisional, Yunani, menurut Milliyet. Kedua negara memiliki sejarah panjang perbedaan pandangan mengenai kawasan namun hubungan keduanya baru-baru ini membaik di bidang perdagangan.

 Kajian ulang yang diperbarui itu juga menyebutkan mengenai program nuklir kontroversial Iran dan mengulang pernyataan diplomatik Turki yang merujuk persetujuan Turki pada kawasan Timur Tengah yang bebas nuklir. Pernyataan itu merujuk pada Israel yang diyakini sebagai satu-satunya negara di kawasan yang memiliki senjata nuklir.

Membaikknya hubungan Turki dengan Iran menimbulkan keprihatinan di barat. Turki, yang merupakan anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, mengecewakan PBB dan sekutunya di barat karena menentang sebuah resolusi untuk menjatuhkan sanksi baru bagi Iran yang diadopsi oleh Dewan Keamanan PBB pada Juni.

Pemerintahan berakar Islam dari Perdana Menteri recep Tayyip Erdogan bersikeras bahwa pihaknya akan menjaga hubungan kuat dengan pihak barat bersamaan dengan upayanya untuk memperdalam hubungan dengan negara-negaranya di Timur Tengah dan Asia.

Pada waktu yang bersamaan hubungan Turki dengan Israel memburuk, akibat penyergapan yang dilakukan Israel pada 31 Mei pada sebuah kapal bantuan kemanusiaan Turki untuk Gaza. Turki mengancam untuk memutuskan hubungan menyeluruh menyusul penyergapan mematikan yang dilakukan oleh Israel, kecuali Israel meminta maaf, sebuah langkah yang Israel menolak untuk melakukannya. (Uu.G003/Krisman Purwoko/ant/AFP/RoL)
sumber: dakwatuna.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Turki Kembali Bersahabat dengan Iran"